Sragen, 26 Juli 2024 – Pengenalan emosi sedini mungkin bukan lagi sekedar pilihan tetapi kebutuhan. Anak perlu dikenalkan dan diajarkan cara mengelola emosi agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang tangguh, pantang menyerah, serta memiliki empati. Memahami dan mengelola emosi merupakan kemampuan yang sangat penting bagi perkembangan anak tahap sekolah karena anak yang telah mampu memahami emosinya sendiri cenderung lebih mudah berinteraksi, mampu mengendalikan perilaku negatif, hingga memahami perasaan orang lain. Mengenalkan emosi pada anak sekolah dasar merupakan salah satu langkah yang dapat diambil untuk membantu mereka mengatasi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan. Seperti halnya dalam belajar, anak yang dapat mengelola emosi negatif seperti kecemasan dalam belajar akan lebih mudah untuk meraih prestasi akademik.
Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu program kerja monodisiplin yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024 dengan nama program “Petualangan Emosi: Pengenalan dan pengembangan regulasi emosi” bertujuan untuk membantu mengenali dan mengidentifikasi emosi yang dirasakan, mengetahui strategi mengelola emosi, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, serta memahami emosi orang lain. Program “Petualangan Emosi” ini melibatkan seluruh siswa SD Brangkal 1 dari kelas 1-6.
Materi yang diberikan meliputi perbedaan emosi dan perasaan, macam-macam emosi, pentingnya mempelajari emosi, definisi regulasi emosi, aspek regulasi emosi, strategi regulasi emosi, tahapan meregulasi emosi, serta dampak ketidakmampuan meregulasi emosi. Regulasi emosi sendiri merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri. Program kerja ini dimulai dengan pengenalan emosi dasar dan mengidentifikasikan emosi yang dirasakan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sebuah permasalahan terkait regulasi emosi dan siswa diajak bersama membuat strategi yang tepat dalam meregulasi emosi. Siswa kemudian diajarkan bagaimana cara mengelola emosi dengan tepat dan diajarkan relaksasi dengan teknik butterfly hug. Siswa juga diajak bersama mengidentifikasi emosi yang dirasakan dengan menuliskan apa yang membuat mereka merasa senang, sedih, marah, takut, jijik, terkejut dan apa yang sedang dirasakan saat kegiatan berlangsung.

Siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan yang terlihat saat sesi pendalaman materi, mereka bersemangat menjawab pertanyaan yang diberikan. Tidak hanya itu hampir keseluruhan siswa menuliskan perasaan senang selama kegiatan. Siswa mengungkapkan menjadi lebih mengerti apa yang harus dilakukan ketika sedang mengalami setiap emosi yang dirasakan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak mengungkapkan perasaannya dan menciptakan generasi yang lebih berempati, tangguh, serta mampu menghadapi situasi yang sulit.
Penulis: Irawati Fauziatul Afroh
Editor: Renata Jati Nirmala