Pemanfaatan Limbah Pertanian Maksimal: Mahasiswa KKN UNDIP Memberikan Pelatihan Pembuatan Fermentasi Bonggol Jagung Sebagai Pakan Ternak

Last update : 18/08/2024

Brangkal, Sragen (31/7/2024) – Dalam upaya mengurangi limbah pertanian dan meningkatkan kesejahteraan peternak, mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro periode 2024 mengadakan program “Pembuatan Pakan Fermentasi Bonggol Jagung untuk Mengurangi Limbah Pertanian”. Program ini dilaksanakan di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen dengan sasaran masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Pelaksanaan program berada di Kantor Balai Desa Brangkal, pada hari Rabu. 31 Juli 2024 yang dihadiri oleh perwakilan setiap ketua Rt dan perwakilan Masyarakat yang berprofesi sebagai petani maupun peternak untuk setiap Rt Desa Brangkal tersebut berjumlah sekitar 50 orang.

Bonggol jagung, yang selama ini seringkali dianggap sebagai limbah pertanian, ternyata memiliki potensi besar sebagai bahan baku pakan ternak. Melalui proses fermentasi, bonggol jagung dapat diolah menjadi pakan yang kaya nutrisi dan mudah dicerna oleh ternak.

Proses Pembuatan Pakan Fermentasi

Dalam pelatihan ini, para petani diajarkan secara langsung cara membuat pakan fermentasi bonggol jagung. Prosesnya meliputi beberapa tahap, yaitu:

  1. Penggilingan: Bonggol jagung digiling hingga berukuran partikel yang sesuai agar mudah dicerna oleh ternak.
  2. Pencampuran: Hasil gilingan bonggol jagung dicampur dengan bahan-bahan lain seperti dedak, molasses, dan EM4 untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan mempercepat proses fermentasi.
  3. Fermentasi: Campuran bahan-bahan tersebut kemudian difermentasi 2 minggu dalam kondisi anaerob untuk menghasilkan asam laktat yang dapat mengawetkan pakan dan meningkatkan palatabilitasnya.

Kegiatan pelatihan ini telah berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada para petani dalam mengolah bonggol jagung menjadi pakan ternak. Hasil fermentasi yang diperoleh memiliki kualitas yang baik, dibuktikan dengan peningkatan kandungan protein kasar dan penurunan serat kasar.

Program pembuatan pakan fermentasi bonggol jagung ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  • Meningkatkan pendapatan petani: Dengan memanfaatkan limbah pertanian, petani dapat mengurangi biaya produksi pakan ternak dan meningkatkan pendapatan.
  • Meningkatkan produktivitas ternak: Pakan fermentasi yang berkualitas dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ternak.
  • Melestarikan lingkungan: Pengurangan limbah pertanian dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi pencemaran.

Masyarakat di Desa Brangkal berharap dengan adanya program ini dapat menjadi inspirasi untuk mengolah limbah pertanian menjadi produk yang bernilai tambah.

Editor: Renata Jati Nirmala

Copyright © 2024 | Desa Brangkal