Brangkal. 31 Juli 2024 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) berinovasi dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk yang bernilai tambah. Dalam program kerjanya, mahasiswa KKN ini berhasil menciptakan arang dan briket berkualitas tinggi dari limbah kayu. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi untuk pengelolaan limbah, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Program kerja ini dilaksanakan di Balai Desa Brangkal dan mengundang dua perwakilan dari masing-masing RT yang mana di Desa Brangkal terdapat 15 RT. Tujuan utama membuat arang dan briket adalah untuk mengatasi masalah limbah pertanian yang sering kali menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Limbah pertanian, seperti sisa kayu sering kali dibakar atau dibuang sembarangan, yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan penurunan kualitas tanah.
Proses pembuatan arang dan briket yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini relatif sederhana namun membutuhkan ketelitian. Bahan baku limbah pertanian terlebih dahulu dikeringkan, kemudian dikarbonisasi dalam tungku tradisional. Setelah menjadi arang, arang kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bahan pengikat alami seperti tepung tapioka untuk kemudian dicetak menjadi briket.
Keberhasilan mahasiswa KKN Undip dalam membuat arang dan briket dari limbah pertanian diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Selain itu, produk arang dan briket yang dihasilkan juga dapat menjadi sumberx pendapatan tambahan bagi masyarakat desa.