Pada hari Rabu (31/07/2024), Program penyuluhan serta pelatihan pembuatan binder briket telah dilaksanakan di Balai Desa Brangkal. Program ini diselenggarakan oleh Gifari Iswandito Dermawan, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP) yang saat ini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Adanya program kerja ini dilaksanakan sebagai alat penunjang keperluan pembuatan briket. “Program ini dimulai dengan melakukan sebuah riset tentang bahan-bahan yang diperlukan sebagai perekat/binder yang digunakan dalam briket, Ujar Gifari”. Dari hasil riset tersebut, diharapkan masyarakat Desa Brangkal dapat memiliki briket dengan sifat mekanis yang baik terkhusus dalam ketahanannya terhadap air, ketahanan terhadap tekanan, dan Tingkat kerekatannya. Gifari menginisiasi program kerja ini, karena melihat kondisi desa Brangkal secara langsung dan banyak menemukan limbah-limbah yang menumpuk serta tidak diolah kembali oleh masyarakat. Kemudian, Gifari melihat potensi besar dari limbah hasil produksi mebel, berupa potongan kayu, kulit kayu dan juga limbah hasil kegiatan pertanian, seperti sekam dan jerami yang dapat diolah menjadi arang dan briket.
Binder atau perekat briket dibuat dari karbohidrat, disini karbohidrat yang digunakan adalah singkong dengan nama latin Manihot Esculenta dengan langkah pembuatan sebagai berikut: pertama siapkan singkong, kemudian bersihkan singkong dari tanah yang menemperl, keudian kupas singkong, selanjutnya potong singkong menjadi ukuran yang lebih kecil, lalu parut singkong yang akan digunakan, selanjutnya singkong yang telah diparut ini dilarutkan dengan sedikit air, setelah itu dipanaskan dengan suhu kecil sambil diaduk secara terus menerus hingga larutan menjadi mengental, setelah itu binder siap digunakan.
Pada hari Rabu (31/07/2024), Program penyuluhan serta pelatihan pembuatan binder briket telah dilaksanakan di Balai Desa Brangkal. Program ini diselenggarakan oleh Gifari Iswandito Dermawan, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (UNDIP) yang saat ini sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Adanya program kerja ini dilaksanakan sebagai alat penunjang keperluan pembuatan briket. “Program ini dimulai dengan melakukan sebuah riset tentang bahan-bahan yang diperlukan sebagai perekat/binder yang digunakan dalam briket, Ujar Gifari”. Dari hasil riset tersebut, diharapkan masyarakat Desa Brangkal dapat memiliki briket dengan sifat mekanis yang baik terkhusus dalam ketahanannya terhadap air, ketahanan terhadap tekanan, dan Tingkat kerekatannya. Gifari menginisiasi program kerja ini, karena melihat kondisi desa Brangkal secara langsung dan banyak menemukan limbah-limbah yang menumpuk serta tidak diolah kembali oleh masyarakat. Kemudian, Gifari melihat potensi besar dari limbah hasil produksi mebel, berupa potongan kayu, kulit kayu dan juga limbah hasil kegiatan pertanian, seperti sekam dan jerami yang dapat diolah menjadi arang dan briket.
Binder atau perekat briket dibuat dari karbohidrat, disini karbohidrat yang digunakan adalah singkong dengan nama latin Manihot Esculenta dengan langkah pembuatan sebagai berikut: pertama siapkan singkong, kemudian bersihkan singkong dari tanah yang menemperl, keudian kupas singkong, selanjutnya potong singkong menjadi ukuran yang lebih kecil, lalu parut singkong yang akan digunakan, selanjutnya singkong yang telah diparut ini dilarutkan dengan sedikit air, setelah itu dipanaskan dengan suhu kecil sambil diaduk secara terus menerus hingga larutan menjadi mengental, setelah itu binder siap digunakan.

Untuk keberlanjutan dari program kerja ini, Gifari membuat sebuah modul sebagai pembelajaran bagi masyarakat dan perangkat desa brangkal yang berisi seputar arang dan briket, juga cara membuatnya secara rinci, modul ini dikemas secara terperinci berupa poin-poin, namun disusun dalam kalimat yang mudah dipahami oleh masyarakat dan/atau perangkat desa Brangkal.
Sistematika pelaksanaan program ini dibuat semiformal yang interaktif antara Gifari dengan masyarakat desa. Gifari menjelaskan bahwa limbah-limbah yang ada di Desa Brangkal dapat diolah kembali menjadi binder briket oleh masyarakat dengan menggunakan tata cara yang ada dalam materi yang diberikan dan juga modul. Hal ini dapat bermanfaat untuk menjaga kondisi desa Brangkal yang ramah lingkungan dengan cara mengurangi limbah dan mengolahnya kembali menjadi barang yang bermanfaat bagi warga. Dari penyampaian materi oleh Gifari, mendapatkan antusias yang sangat baik dari warga desa dan perangkat desa yang hadir. Terbukti dari sesi tanya jawab, banyak dari masyarakat desa Brangkal yang penasaran terkait proses pembuatan binder briket dan cara pengolahan limbah-limbah tersebut sehingga menghasilkan sebuah produk binder briket.
Setelah selesainya program kerja ini, diharapkan masyarakat desa dapat lebih peduli terhadap lingkungan di Desa mereka. Salah satu caranya dengan menerapkan cara pengolahan limbah dengan membuat binder briket untuk arang. Kemudian, semoga produk luaran yang dihasilkan oleh Gifari dan Tim II KKN Undip Desa Brangkal dapat bermanfaat bagi masyarakat dan Desa Brangkal sebagai bahan perekat briket, karena briket tidak dapat terbentuk jika tanpa adanya binder atau perekat. Dengan menerapkan pengolahan limbah-limbah ini sebagai salah satu langkah melindungi lingkungan desa brangkal dari pencemaran lingkungan dan menciptakan Desa Brangkal yang sehat serta ramah lingkungan.
Editor: Renata Jati Nirmala