Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Program Peningkatan Keahlian Masyarakat Desa Brangkal Dalam Mengolah Limbah Melalui Pelatihan Teknis Pembuatan Pyrolisis Chamber untuk Keperluan Pembuatan Arang!

Last update : 18/08/2024

Pada Rabu (31/07/2024), telah dilaksanakan program pelatihan kepada masyarakat Desa Brangkal mengenai Pembuatan Pyrolisis Chamber yang diperlukan untuk alat penunjang pembuatan arang yang dapat digunakan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya, seperti misalnya memasak. Program kerja ini diselenggarakan oleh Gifari Iswandito Dermawan yang merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Adanya program kerja ini bertujuan untuk membantu memudahkan masyarakat dalam pembuatan arang secara mandiri yang diperuntukan untuk keperluan harian dan usaha skala kecil masyarakat Desa Brangkal.

Berdasarkan hasil survei di minggu pertama KKN yang dilaksanakan oleh kelompok KKN ditemukan di Desa Brangkal terdapat banyak sekali limbah yang berasal dari hasil produksi mebel berupa potongan kayu, kulit kayu, dan juga limbah yang berasal dari hasil kegiatan pertanian, seperti sekam dan Jerami yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat desa. Hal ini didasari karena kurang masifnya penyuluhan serta pelatihan pengolahan limbah. Maka dari itu, Gifari menginisiasikan untuk melaksanakan program kerja ini sebagai suatu langkah pengurangan limbah di Desa Brangkal agar dapat diolah sebagai arang dan briket bagi Desa tersebut. 

Untuk membuat tungku pirolisis diperlukan alat dan bahan seperti: drum oli ukuran 200L, bor, gergaji besi dan clamp drum. langkah pembuatan dimulai dengan memotong bagian atas drum oli dengan gergaji besi, kemudian melubangi bagian yang telah dipotong tersebut dengan menggunakan bor, diameter lubang berukuran 300mm sebanyak 3-6 lubang, lubang ini berfungsi untuk membuang OVC (Organic Volatile Compound), selanjutnya tutup yang telah di lubangi ini direkatkan kembali menggunakan clamp. kemudian tungku siap digunakan.

Dari adanya program pelatihan pembuatan pyrolysis chamber ini Gifari membagikan sebuah modul yang diserahkan kepada Kepala Desa Brangkal sebagai bentuk output yang dikeluarkan dari pelaksanaan program kerja ini. Dalam keberlangsungannya, Gifari menyampaikan seluruh materi yang dikemas secara menarik mengenai pelatihan pembuatan pyrolysis chamber serta mudah dipahami oleh masyarakat desa yang hadir di balai desa pada saat itu.

Sepanjang acara yang dilaksanakan secara semiformal agar masyarakat desa merasa lebih nyaman mengenai pembahasan materi yang dibawakan. Pada keberlangsungannya, acara dibuat seinteraktif mungkin antara Gifari dengan masyarakat desa. Dapat dirasakan dari antusias masyarakat terkait program kerja ini. Diharapkan dengan adanya program kerja pelatihan pembuatan Pyrolisis Chamber ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa Brangkal sebagai alat utama pembuatan arang dan briket dalam proses Pirolisis. Agar nantinya, limbah-limbah yang menumpuk disekitar Desa Brangkal dapat dimanfaatkan kembali dan dijadikan bahan utama pembuatan arang yang dapat digunakan kembali untuk keperluan sehari-hari di Desa Brangkal.

Editor: Renata Jati Nirmala

Copyright © 2024 | Desa Brangkal